Selasa, 01 Januari 2013

Konsolidasi Demokrasi Indonesia 2013

KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA

2013




Indonesia sebagai negara yang katanya sudah merdeka sejak tahun 1945 silam ternyata masih "jauh panggang dari api", malah boleh dikatakan makin terasa menjauh dari cita-cita dari para pendiri Republik ini. Indonesia sebagai sebuah entitas bangsa hingga saat ini ternyata belum mampu menunjukkan "Wajah" sesungguhnya yang berdaulat. Bahkan ketika usia Republik ini telah mencapai lebih dari 67 tahun berdiri, Keadilan, Kesetaraan, Kesejahteraan, dan Kemakmuran bagi Rakyat makin seperti barang langka yang sangat sulit untuk didapatkan ditengah bergelimangnya Kekayaan Negeri ini.

Hal ini menjadi semakin nyata terasa, manakala Rakyat Indonesia justru lebih sering dilelahkan dengan suguhan berita setiap hari yang isinya justru mengabarkan tentang bagaimana makin menggilanya Korupsi, Makin jahatnya Pelanggaran HAM dan Kesewenangan yang terus terjadi diseluruh pelosok negeri, bahkan tentang bagaimana Kekayaan alam negeri kita yang dirampok setiap hari...

Waktu terus berjalan, hari ke hari, bulan ke bulan dan tahun ke tahun..

Kini, tahun 2013 telah tiba. Banyak dari kita mungkin telah memiliki setumpuk doa, harapan dan cita-cita yang telah dinazarkan dalam hati sanubari. Namun, apakah kita pernah berpikir untuk membuat rencana bagi perubahan bangsa ini, rencana untuk mewujudkan keadilan bagi 200 juta jiwa lebih saudara sebangsa yang pasti banyak tidak kita kenal dan mungkin juga tidak mengenali kita?

Pernahkah kita memiliki rencana itu..?

Jawabannya mungkin belum, pernah atau bahkan sudah..

Lalu apa yang ingin kita lakukan terhadap rencana itu..?

Pasti kita sering berpikir bahwa kita merasa terlalu kecil untuk mampu merubah bangsa ini, merasa terlalu lemah untuk bisa membenahi negeri ini, atau mungkin jangan-jangan masalahnya kita sering berpikir bahwa kita merasa sendirian dan tak tahu harus memulainya darimana meskipun beragam teori selalu dibaca tiap hari.

Lalu bagaimana kita bisa mewujudkan rencana besar itu..?

Memperbaiki negeri ini memang tidak mudah, namun bukan pula harus dimulai dari bidang A atau sektor B bukan pula karena si Badu atau si Pilun...

Memperbaiki Negeri ini hanya bisa di awali saat kita BERSATU dan Tak Lagi Jalan Sendiri-Sendiri...

Jika kita siap untuk itu, mari siapkan diri kita, tuliskan rencana-rencana dan harapan besar kita untuk bangsa ini, ajak rekan-rekan kita dan mulailah sisihkan uang untuk datang ke KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA, berkumpul, bicara, diskusi, dan bersama membuat rencana indah bagi Indonesia.

Yang bukan sekedar Bagi Anak atau Isteri kita tapi untuk Semua Rakyat Indonesia.
Yang bukan sekedar Demi Tanah dan Rumah kita tapi untuk lebih dari 16.000 Pulau di Indonesia.
Yang bukan sekedar untuk "Kemerdekaan" diri kita sendiri tapi untuk menegakkan Kedaulatan Bangsa.
Yang bukan sekedar untuk Keberlangsungan Hidup kita sendiri tapi untuk Masa Depan Negara Kita. 

Semoga dengan digagasnya KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA mampu menjadi jawaban bagi kita semua untuk mulai menyatukan kekuatan kita karena Bersatu adalah awal dari segala langkah yang akan kita tempuh dikemudian hari.

Kita tidak sendirian, ada Budayawan, ada mantan Menteri, ada mantan Jubir Presiden, ada mantan anggota DPR, ada Paranormal, ada akademisi, peneliti, dosen, ada semua kawan-kawan pergerakan dari 33 propinsi di Indonesia.

Tentu semua percaya bahwa kehadiran kawan-kawan menunjukan bahwa Indonesia masih punya HARAPAN..!

Untuk semua kawan-kawan Pro Demokrasi, untuk kawan-kawan yang gigih perjuangkan hak-hak Rakyat, kawan-kawan yang menolak Diskriminasi, kawan-kawan yang membenci Korupsi, kawan-kawan yang muak pada Kesewenangan, dan marah terhadap Ketidakadilan.

Hadir dan jadilah pelaku sejarah dalam KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA yang akan melibatkan lebih dari 2000 aktivis pergerakan dari 33 Propinsi se Indonesia.

Dan bagi semua kaum pergerakan di Indonesia semoga dapat membantu mengkonsolidasikan kawan-kawan pergerakan di setiap daerah dan berangkat menghadiri KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA.


Penggagas dan Pengundang :
  1. Ratna Sarumpaet
  2. Adhie Masardi
  3. Hatta Taliwang
  4. Roy Simanjuntak
  5. Haris Rusli Moti
  6. Yudi Latif
  7. Hendardi
  8. Eggie Sudjana
  9. M S Kaban
  10. Permadi
  11. Beathor Suryadi
  12. Ki Gendeng P
  13. Misbhakun
  14. Efendi Ghazali
  15. M Ridha Saleh
  16. Indro Tjahyono
  17. Mulyana WK
  18. Adian Napitupulu
  19. Ridwan Saidi
  20. Mustar Bona Ventura
  21. Pong Hardjatmo
  22. Erwin Usman
  23. Hartono
  24. Salamudin Daeng
  25. Chudry Sitompul
  26. Habib Mohamad Yazer Mursalim
  27. Beni Setiono
  28. Fuad Bawazier
  29. Boni Hargens
  30. Neta S Pane
  31. Andrinof A Chaniago
  32. Rahman Toha
  33. Berry Nahdian Forqan
SELAMAT DATANG 2013...
SELAMAT DATANG TAHUN PERUBAHAN..!!!


KETERANGAN & INFORMASI

Bagi Yang Ingin Hadir & Menjadi Bagian
dari Sejarah Pergerakan Indonesia
 
Hubungi :
Irwan Ranto
Erwin Usman

HP : 081381706632
Pin BB : 2A2A2877

Bagi Yang Tidak Bisa Hadir
Tapi Ingin Berpartisipasi dalam Pendanaan
(Maksimal Rp.1.000.000,-)
Melalui
No. Rekening :
BCA 7600454344
An. Roy Rougers Simanjuntak


21 komentar:

  1. Mantab. Saya sangat setuju dan mendukung agenda ini. untuk konfirmasi keiuktsertaan melalui siapa dan kontak person? Salam perjuangan..

    YELFIAN
    BATAM, PROVINSI KEPULAUAN RIAU

    BalasHapus
  2. Wow... ini yg ditunggu2... insyaallah kami dari FI Wajah Batam siap hadir dan siap membantu panitia untuk menghimbau rekan2 aktifis kepri untuk mengikuti konsolidasi 7ni... salam hangat untuk tokoh yg saya kenal kakanda Eggie Sudjana dan seluruh senior2 pejuang semua... waslm @suharsad

    BalasHapus
  3. Untuk Teman2 yg sudah respon..terima kasih..nanti akan diinformasikan lebih lanjut mengenai detail acaranya..trims

    BalasHapus
  4. luar biasa, mantap mari menuju indonesia yang lebih tercerahkan

    BalasHapus
  5. Sementara ini titip gagasan ya Bung. Jika langkah lancar mungkin ada kesempatan hadir. Silahkan nikmati video Pemilu Ala Bunga Hatta ini: http://www.youtube.com/watch?v=aRKR0rlGosc

    BalasHapus
  6. Mantab! Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata kawan! Sehingga ketika kita sudah sepakat untuk berjuang bagi rakyat dan negeri ini maka sudah selayaknya kita bergerak dalam satu langkah yang serempak demi ibu pertiwi! Vanceremos Democracia!

    Negeri ini sudah dipenuhi Politisi busuk dan Birokrat Korup! Waktu mereka telah habis, ini waktunya yang muda, yang punya ide brilian dan gagasan besar buat rakyat dan negeri ini bicara, berembuk dan Bergerak!

    BalasHapus
  7. Yang Jawa Tengah kk blm ada yg muncul,Bang Bethor tolong di daftar Goenawan Jepara

    BalasHapus
  8. "Pendekar Langitan" pada turun gunung neh .,

    BalasHapus
  9. Semoga Konsolidasi Demokrasi Nasional dapat berjalan lancar dan menghasilkan kesepakatan bagi kaum pergerakan untuk melakukantindakan segera memperbaiki republik tercinta ini yang telahrusak parah akibat prilaku rezim zalim yang korup

    BalasHapus
  10. Selamat dan sukses melaksanakan Konsolidasi Demokrasi Nasional.

    BalasHapus
  11. Resolusi bukan basa-basi dan cari peluang pribadi, merdeka..!!

    BalasHapus
  12. sesungguhnya negeri ini belum merdeka

    BalasHapus
  13. Jangan pernah lelah dan mundur untuk sebuah kebaikan
    dengan berkumpunya kita arah menuju kebaikan itu setidaknya sudah kita mulai.
    keep spirit

    BalasHapus
  14. acaranya di mana? komunitas underground tangsel siapppppp

    BalasHapus
  15. Saya sangat berharap, pertemuan ini menghasilkan peta perjalanan ”corrective action” yang strategis, dan sistematis.

    BalasHapus
  16. Mari kita dedikasikan diri kita demi kemaslahatan orang banyak, khususnya kepada rakyat Indonesia yang teraniaya oleh sikap arogansi para elit.
    Siapkan landasan yang kuat untuk dijadikan pijakan dalam menata asa ke depan.

    BalasHapus
  17. Pandangan RS di atas, sebenarnya menyoroti tentang ketidakjelasan arah perjalanan bangsa ini yang diindikasikan melalui beberapa poin penting, menyangkut :
    1. Korupsi yg kian merajalela;
    2. Kemiskinan yg semakin meningkat;
    3. Ekonomi dalam negeri yg dikuasai sistem kapitalistik;

    Pandangan semacam ini, di satu sisi merupakan cara yg diharapkan dapat membuka cakrawala berpikir masyarakat agar mereka semakin sadar akan hak-haknya selaku warga negara-bangsa (nation-state) dalam mengakses berbagai sumberdaya demi keadilan dan kesejahteraan bersama. Di sisi lain pandangan ini sekaligus juga adalah sikap koreksi terhadap kekeliruan kebijakan negara yg dilakukan oleh aparatnya.

    Problem ketidakadilan atas akses sumberdaya bangsa yg bermuara pada kemiskinan rakyat, salah satunya disebabkan oleh mental korup aparat penyelenggara negara serta sejumlah kebijakan ekonomi kapitalistik yg lebih pro kepada kepentingan asing ketimbang ekonomi kerakyatan yg mampu memberdayakan & mensejahterakan warga negara.

    Dalam kasus pengiriman TKI ke luar negeri, negara lebih berorientasi pada pencapaian devisa masuk, tapi gagal memberikan perlindungan terhadap martabat kemanusiaan, bahkan keselamatan jiwa mereka. Besarnya jumlah TKI yg bekerja di luar negeri, menunjukkan bahwa pemerintah masih belum mampu menyediakan lapangan pekerjaan dalam negeri yg layak dan memadai jumlahnya terhadap besarnya angkatan pencari kerja. Tumbuh pesatnya ekonomi dalam negeri, ternyata hanya menguntungkan segelintir elit domestik dan para kapital asing, tapi belum mampu menjamin ketersediaan lapangan kerja bagi rakyatnya. Pemilihan proyek padat modal ketimbang proyek padat karya, adalah satu contoh ketidakberpihakan yg nyata.

    Beragam regulasi dan kebijakan pemerintah memang senyatanya tidak memihak kepada kepentingan rakyat kecil. Lihat juga, persoalan eksploitasi tenaga manusia melalui sistem outsourcing dan upah rendah para buruh dgn standar UMR yg masih jauh dari layak. Dalam hal ini, Pemerintah lebih tunduk kepada para oligarki ekonomi, ketimbang rakyat banyak yg notabene adalah pemberi mandat kekuasaan kepada mereka.

    Ketimpangan-ketimpangan sosial yg lahir dari mismanagement bangsa tersebut, sudah saatnya mendapatkan perlawanan dari rakyat melalui gerakan civil society yg terukur. Di sinilah poin penting, dari apa yg secara implisit ingin disampaikan RS. Rakyat tidak mungkin terus-menerus hanya mempercayakan perubahan nasibnya kepada pemerintah sembari berharap pemerintah dapat dengan sendirinya berlaku autokorektif terhadap dirinya.

    Harus ada kesadaran dari rakyat untuk berani meneriakkan lantang ketidakadilan yg mereka rasakan.. ! Kata kuncinya adalah PEMBERDAYAAN, bukan sekedar membagi receh melalui program semacam BLT, Raskin, Sistem Orang Tua Asuh, dll yg hanya akan melahirkan generasi bermental pengemis. Kebijakan seperti ini, hanyalah mengobati penyakit di sisi luar, sedangkan pemberdayaan akan menyembuhkan sampai di sisi terdalam. SEMOGA !

    BalasHapus
  18. RUNDOWN
    “KONSOLIDASI DEMOKRASI INDONESIA”


    HARI / TANGGAL / WAKTU KEGIATAN
    Jumat, 18 Januari 2013
    07.00 – 12.00 Registrasi Peserta
    12.00 – 14.00 ISHOMA
    14.00 – 17.30 Pembukaan dan Seminar Nasional
    Pembukaan :
    • Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
    • Sumpah Rakyat Indonesia
    • Sambutan dan Laporan Ketua Panitia (SC)
    • Doa Pembukaan
    Seminar Nasional “Bedah Indonesia”
    17.30 – 19.30 ISHOMA
    19.30 – 24.00 Sidang PLENO I
    • Penetapan Pimpinan Sidang
    • Tata Tertib Persidangan
    Sabtu,19 Januari 2013
    00.00 – 09.00 Istirahat dan Sarapan Pagi
    09.00 – 12.00 Sidang PLENO II
    • Pandangan Umum Perwakilan Daerah dan Orasi Tokoh
    12.00 – 13.30 ISHOMA
    13.30 – 17.30 Sidang PLENO II ( lanjutan )
    • Pandangan Umum Perwakilan Daerah dan Orasi Tokoh ( lanjutan )
    17.30 – 19.30 ISHOMA
    19.30 – 24.00 Sidang PLENO II
    • Rapat Komisi A dan Komisi B
    Minggu, 20 Januari 2013
    00.00 – 09.00 Istirahat dan Sarapan Pagi
    09.00 – 12.00 Sidang PARIPURNA
    12.00 – 13.30 ISHOMA
    13.30 – 15.00 Penutupan dan Konferensi Pers



    NB : Jadwal sewaktu-waktu bisa berubah

    BalasHapus